Minggu, 16 Juni 2013

SEJARAH WAHABI

Oleh:Abu Nawas Majdub
Wahabi menyerang kota Thoif dan membunuh umat
Islam dan ulamanya disana. Wahabi menyerang
tanah yang mulia Mekah Al-Mukarramah pula
tahun 1803 M : 1218 H seperti yang dinyatakan
oleh
pengkaji sejarah Abdullah bin Asy-Syarif Husain
dalam kitabnya berjudul Sidqul Akhbar Fi Khawarij
Al-Qorni Thaniy ‘Asyar. Manakala pengkaji sejarah
Wahabi bernama Utsman Ibnu Basyir Al-Hambaly
An-Najdy menyatakan kejadian tersebut terjadi
pada tahun 1220 H dalam kitabnya Tarikh Najd.
Dalam kedua kitab tersebut, kita bisa melihat
sejarah kezaliman Wahabi di tanah suci Mekah
antaranya: (SILAHKAN TEMAN2 MERUJUK FAKTA
SEJARAH YANG DINYATAKAN TADI DALAM
KITAB PENGKAJI WAHABI SENDIRI BERNAMA
UTSMAN IBNU BASYIR AL-HAMBALY AN-NAJDY
DALAM KITABNYA BERJUDUL ‘INWAN AL-MAJDY
FI TARIKH NAJD JUZ 1 HALAMAN 135)
Ibu-ibu penduduk kota Mekah dipaksa menjual
harta hak milik masing-masing untuk menebus
kembali anak-anak mereka yang masih kecil
ditangkap oleh Wahabi.
Penduduk Mekah kelaparan kerana kekejaman yang
telah dilakukan oleh Wahhabi, sehingga anak-
anak mati kelaparan dan banyak bergelimpangan
mayat-mayat mereka.
Pengkaji sejarah & merupakan golongan Wahhabi
juga (Utsman An-Najdy) menyatakan bahwa
Wahabi menjual daging-daging keledai dan bangkai
kepada penduduk Islam Mekah dengan harga
yang tinggi dalam keadaan mereka kelaparan.
Sungguh dihina umat Islam Mekah ketika itu.
Sungguh Nabi Muhammad telah memberitakan
akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa
hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau
Shollallahu ‘alaihi wasallam dalam memberitakan
sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits
ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam
kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan lainnya.
Diantaranya: “Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah
itu datangnya dari arah sana,” sambil menunjuk
ke arah timur (Najd). (HR. Muslim dalam Kitabul
Fitan) “Akan keluar dari arah timur segolongan
manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak
sampai melewati kerongkongan mereka (tidak
sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti
anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak
akan bisa kembali seperti anak panah yang tak
akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka
ialah
bercukur (Gundul).” (HR Bukho-ri no 7123, Juz 6
hal 20748).
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu
Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban. Nabi
Muhammad
pernah berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah
dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat
berkata: Dan dari Najd, wahai Rasulullah, beliau
berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam
negara Syam dan Yaman,” dan pada yang ketiga
kalinya beliau bersabda: “Di sana (Najd) akan ada
keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul
tanduk syaitan.” Dalam riwayat lain dua tanduk
syaitan. Dalam hadits-hadits tersebut dijelaskan,
bahwa tanda-tanda mereka adalah bercukur
(gundul). Dan ini adalah merupakan nash yang
jelas ditujukan kepada para penganut Muhammad
bin
Abdul Wahab, karena dia telah memerintahkan
setiap pengikutnya mencukur rambut kepalanya
hingga mereka yang mengikuti tidak diperbolehkan
berpaling dari majlisnya sebelum bercukur gundul.
Hal seperti ini tidak pernah terjadi pada aliran-
aliran sesat lain sebelumnya.
Seperti yang telah dikatakan oleh Sayyid
Abdurrahman Al-Ahdal: “Tidak perlu kita menulis
buku
untuk menolak Muhammad bin Abdul Wahab,
karena sudah cukup ditolak oleh hadits-hadits
Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam itu sendiri
yang telah menegaskan bahwa tanda-tanda
mereka adalah bercukur (gundul), karena ahli
bid’ah sebelumnya tidak pernah berbuat demikian.”
Al-Allamah Sayyid AIwi bin Ahmad bin Hasan bin
Al-Quthub Abdullah AI-Haddad menyebutkan
dalam
kitabnya Jala’uzh Zholam sebuah hadits yang
diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari
Nabi
Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam: “Akan
keluar di abad kedua belas (setelah hijrah) nanti di
lembah BANY HANIFAH seorang lelaki, yang
tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong),
lidahnya
selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu
banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan
harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan
menghalalkan darah kaum muslimin” Al-Hadits.
BANY HANIFAH adalah kaum nabi palsu
Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad bin
Saud.
Kemudian dalam kitab tersebut Sayyid AIwi
menyebutkan bahwa orang yang tertipu ini tiada
lain
ialah Muhammad bin Abdul Wahab. Adapun
mengenai sabda Nabi Muhammad Shollallahu
‘alaihi
wasallam yang mengisyaratkan bahwa akan ada
keguncangan dari arah timur (Najd) dan dua
tanduk
setan, sebagian, ulama mengatakan bahwa yang
dimaksud dengan dua tanduk setan itu tiada lain
adalah “Musailamah Al-Kadzdzab dan Muhammad
Ibn Abdil Wahab”. Pendiri ajaran wahabiyah ini
meninggal tahun 1206 H / 1792 M.


0 komentar:

Posting Komentar

Text Widget

anda pengunjung yang ke -

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Search